Pages

Monday, May 7, 2012

Dear wifey - The most beautiful name

Dear bunda,

Semalam saat jalan pulang aku mengingat sebuah nama. Nama yang membuat aku tersenyum dan pipi aku memerah malu karena rindu. Nama itu adalah Indri Rizkina Hapsari. Nama terindah yang pernah aku dengar.

Nama itu konon sudah ada sejak ruh ditiupkan. Jauh waktu sebelum manusia dilahirkan. Kita hanpir tak pernah bisa memilih nama. Sebab orang tua kita yang sudah memilihkan. Ada waktu saat mungkin kita bisa mengganti nama. Namun tak banyak yang melakukan. Pernah ada suatu waktu orang yang memprotes namaku. Dia bilang kebaratan lah, tidak islami lah. Meski memang terkadang nama menjadi doa namun apa pula arti sebuah nama. Lagi pula kadar keislaman tak ada kaitannya sama sekali dengan nama. Apalagi akan sangat memalukan bagi orang yang menanggung nama islami namun kelakuan tidak islami sama sekali.

Berkali waktu aku sering berkata ingin baby baby darimu. Aku juga sadar kok akan berusaha semapan mungkin dulu. Kelak akan kita berikan nama terindah untuk baby baby kita. Nama yang unik, nama yang baik dan nama yang indah. Namun jangan nama yang generik. Agar kelak jangan sampai ada orang yang salah menelepon menanyakan apartemen pada anak kita karena anak kita memiliki nama depan dan belakang yang tumpek blek sama dengan orang lain.

Pasa akhirnya aku kembali tersenyun saat mengingat lagi satu nama terindah. Nama dari orang yang kini telah jadi istriku, meski belum bida berdekatan, biarkan hati kita terus saling merangkul.

Tunggu aku pada bulan Agustus di Ilmenau wahai gadis dengan nama terindah. Biarkan hati kita terus saling merangkul meski kelak kita dekat kembali.

PS: I love you

Sunday, May 6, 2012

Dear wifey - 2 Minggu

Dear bunda,

Hari ini sudah sekitar 6 minggu sejak bunda berangkat. Tetap saja waktu terasa amat sangat lama. Aku kangen banget pada bunda. Semoga bulan puasa ini kita bisa bertemu dan berlebaran bareng. Kotanya di mana biar Allah yang menentukan.

Minggu ini aku berikrar ingin semangat lagi. Sudah lebih dari cukup 2 minggu untuk terpuruk. Meski padahal sebenarnya tak ada sedikit alasan pun untuk terpuruk. Toh setiao hari aku masih bisa makan enak. Masih bisa tidur nyaman. Masih punya pekerjaan (setidaknya untuk 2 minggu ke depan). Terutama lagi seperti yang bunda katakan dan sangat membekas di hati aku, aku masih bangun di pagi hari dalam keadaan hidup dan aku punya istri luar biasa seperti bunda.

Di 5 bulan pernikahan kita dan di sekitar 11 bulan sejak kita kenal, aku sudah belajar banyak hal dari bunda. Salah satunya adalah ada 2 hal yang harus kita lakukan dalam setiap 2 momen tertentu hidup kita. Pertama kita harus perfeksionis. Kedua kita harus pasrah. Kita harus perfeksionis saat mempersiapkan diri untuk.menggapai sesuatu. Kita harus memastikan semuanya dalam kondisi terbaik. Misalnya saat belajar dan seperti kondisi aku sekarang saat melamar beasiswa. Misalnya juga saat mencari kerja. Saat ingin punya anak. Kita harus benar-benar berusaha maksimal di momen pertama. Setelah itu, pada momen kedua kita cukup tinggal pasrah bila semua upaya dikerahkan saat menunggu hasil. Momen pertama kita berikhtiar. Momen kedua biarkan kita menunggu dengan tawakal hasilnya. Dan diantara momen pertama dan kedua itu ada momen tengah yang bernama doa. Tak kenapa aku sangat senang terus menulis dan mengingat kronologis ikhtiar doa tawakal ini.

Dua minggu ini akan menjadi 2 minggu yang cuku signifikan untuk aku. Pengumuman beasiswa kominfo akan keluar. Pengumuman LoA juga akan ditentukan. Serta aku juga akan mulai posting lamaran kerja baru. Bisa jadi juga barangkali aku harus menghadiri wawancara. Satu hal yang membuat aku bahagia aku akan menjalani itu semua dengan bunda. Bunda tak pernah berhenti menyemangatiku meski aku tak selalu menyemangati bunda. Dengan bismillah aku ingin benar-benar pasrah. Insya Allah apa pun ketetapan Allah, aku tak boleh kecewa dan patah semangat. Sebab ketetapan Allah itu yang terbaik.

Tunggu aku di Ilmenau Ramadhan ini. Kita akan berpuasa dan berlebaran bersama. Berdua.

PS: I love you

Dear wifey - Morning Positive Trigger

Dear Bunda,

Beberapa minggu ini aku sangat takut. Ketakutan pertama aku dalam hidup ini adalah takut Allah. Takut karena siksa-Nya takut karena murka-Nya jika aku menjadi manusia yang tidak baik. Barangkali ini adalah bentuk ketakutan level keimanan terendah. Namun setidaknya dengan ini aku hampir tak pernah meninggalkan shalat dan ibadah serta selalu berusaha berbuat baik meskipun terkadang aku masih suka berbuat tak baik pada istriku. Ketakutan kedua dalam hidup aku sekarang adalah aku takut kehilangan bunda. Sikap lemah aku beberapa minggu ini membuat aku mulai kecewa pada diri aku sendiri. Aku ngeri jika aku saja sampai kecewa bagaimana dengan bunda? Seperti obrolan hangat kita tadi pagi. Aku sangat menikmatinya meski singkat. Betapa Allah telah sangat baik menganugerahi aku sosok seorang istri yang sempurna. Aku takut kehilangan cinta bunda.

Ada satu hal menarik dari pembicaraan tadi pagi. Bunda tak pernah berhenti menyemangatiku. Padahal seharusnya aku yang lebih berinisiatif menyemangati kuliah yang bunda jalani. Namun selain menyemangati bunda tetap mengingatkan aku untuk tetap realistis. Bunda tetap mengingatkan aku untuk tidak kecewa jika pun mungkin hal-hal yang aku impikan saat ini kelak masih belum dijawab Allah. Insya Allah aku tidak akan pernah kecewa. Insya Allah aku akan terus semangat. Meski terkadang, tak tahu kenapa, untuk trigger yang tak jelas dan terkadang remeh, semangat itu gampang jatuh lagi. Aku tak mau jatuh terus. Ingin jalan dan berlari lagi.

Bunda, siang ini otak aku buntu lagi untuk menulis sesuatu yang berguna. Aku cuma ingin bilang I love you.

Tunggu aku September ini di Ilmenau. Setelah hari ini aku ingin bisa semangat terus seperti bunda.

PS: I love you

Friday, May 4, 2012

Dear wifey - Keutamaan Shalat Shubuh

Dear bunda,

Pada suatu hari Sahabat Ali kesiangan ketika hendak berangkat shalat Shubuh. Saat terburu-buru menuju ke mesjid di depan Ali ada seorang kakek tua yang berjalan sangat pelan. Ali menghormati kakek tersebut dan tak mau berjalan mendahuluinya sehingga Ali berjalan pelan di belakang kakek itu. Saat sampai di mesjid matahari sudah hampir terbit dan ternyata kakek tersebut berjalan lurus tidak masuk ke mesjid sebab ternyata ia seorang nasrani. Ali segera masuk ke mesjid dan jamaah yang dipimpin rasulullah ternyata sedang ruku terakhir. Setelah shalat sahabat-sahabat bertanya pada rasulullah, mengapa rasul ruku terakhir sangat lama sekali. Rasul pun menjawab pada ruku terakhir malaikat Jibril menahan punggung rusul sehingga rasul tak bisa bangkit dan pada saat yang sama malaikat Mikail menahan terbitnya sinar matahari sebab kedua malaikat ini ingin memastikan Ali tidak ketinggalan berjamaah.

Cerita tersebut tidak aku kopi paste loh. Aku pernah baca dan aku tulis ulang di sini. Shalat shubuh itu shalat yang rakaatnya paling pendek dan rentang waktunya juga paling pendek dan karena dilakukan paling pagi, godaannya paling berat. Pernah aku baca suatu artikel yang menyatakan bila orang-orang tahu tentang keutamaan shalat shubuh, meskipun harus sampai merangkak, semua orang pasti akan melakukannya tepat waktu. Salah satu syarat sahnya shalat adalah dilakukan pada waktunya. Batas shubuh adalah terbitnya matahari (CMIIW). Jadi kalau shalat shubuh dengan sengaja saat sudah lewat dari terbit matahari sepertinya kita harus mempertanyakan apakah shalat tersebut diterima atau tidak. Sekali dua kali khilaf terbangun siang sehingga terlambat shubuh adalah manusiawi. Apalagi jika khilaf yang benar-benar khilaf. Sehingga kita berhak untuk mengqadanya. Namun jika khilafnya hampir setiap hari tentunya akan menjadi hal yang kurang baik kan. Padahal seharusnya dengan niatan kuat selelah-lelahnya kita pada malam sebelumnya dan sengantuk-ngantuknya kita saat shubuh kita pasti akan bisa bangun. Ini shalat loh, suatu amal yang akan ditanya paling pertama. Satu shalat saja yang kita tinggal dengan sengaja akan menjadi dosa besar. Yuk kita biasakan tidak mengentengkan amal ibadah terutama shalat dan selalu berusaha menjalankan shalat tepat waktunya.

Hehe maaf ya tiba-tiba hari ini aku sok berkhutbah. Aku ingin membagi wasilah pada diriku sendiri dan terutama pada istriku. Semoga kita bisa selalu shalat tepat waktu dan shalat dengan benar dan baik. Terutama shalat shubuh tepat waktu. Jadi kalau kita sudah benar-benar bisa membiasakan, kelak anak-anak kita tinggal mencontoh tanpa harus kita berbesar mulut. Biar mereka belajar dari teladan, bukan dari kata-kata.

Tunggu aku di Ilmenau September ini. Aku ingin bisa tinggal bersamamu, belajar bersamamu dan beribadah terus bersamamu. Meski jadwal shalat di sana agak berat, semoga kita bisa terus teguh menjalankannya dengan maksimal, bersama.

PS: I love you

Thursday, May 3, 2012

Dear wifey - Semoga kita berjodoh ya

Dear Bunda,

Apakah kita sudah menikah? Tentu saja iya. Namun pendekatan yang kita jalani memang beda dari biasanya. Untuk sekarang aku tidak bisa memeluk bunda dengan puas. Aku tak bisa makan bareng bunda. Tidak bisa jalan-jalan bareng. Tidak bisa membangunkan bunda di pagi hari dengan sentuhan terhangat. Mungkin Allah ingin agar pernikahan kita akan terkenang selalu dan ingin melatih kita untuk mencintai dengan rasa cinta yang besar saat jauh dan mencintai dengan rasa cinta yang lebih besar lagi saat dekat.

Semalam aku iseng melihat video Mario Teguh di Youtube. Programnya berjudul Apakah perlu menikah? Jawabannya tentu saja iya. Lalu mengapa perlu menikah? Jawabannya karena menikah itu penting. Kenapa penting? Karena secara alamiah manusia akan membutuhkan partner untuk saling menyempurnakan. Saling menyempurnakan artinya bahwa secara kodrat manusia itu tidak sempurna tempatnya salah dan lupa. Tapi bukan berarti untuk terlalu memaklumi kesalahan juga. Kesalahan itu ada bukan untuk membuat ketagihan. Tapi kesalahan itu ada agar kita belajar untuk tidak mengulangi dan selalu berusaha lebih baik lagi.

Kali ini aku tak mau menulis panjang lebar. Tadi aku menemukan file text log chat kita saat aku baru "menembak" bunda. Saat membaca aku tersenyum sambil menerawang masa itu. Ada sebuah statement dalam chat log itu yang membuat takjub. Kamu pernah berkata: "Semoga kita berjodoh ya." Dan kini aku tersenyum sebab 3 bulan setelah bunda berkata hal tersebut akhirnya kita menikah. Tentu saja perjalanan rumah tangga kita yang masih sangat muda saja sudah diberikan banyak ujian. Ke depan pun pasti akan banyak ujian lagi yang semoga akan terus membuat kita semakin saling menyayangi. Insya Allah aku ingin mengarungi bahtera cinta ini selamanya dengan bunda.

Masa lalu itu ada untuk dikenang dan dijadikan pelajaran untuk membuat kita lebih maju dan lebih bersyukur. Complete chatnya aku attach ya.

(05:28:13 PM) jonkartagolamida: tau gak. sebelum kenal kamu. aku ga terlalu banyak berpikir tentang umrah atau haji. aku dulunya merasa baru mau memikirkan itu setelah cukup berumur. tapi kamu sepertinya sudah merubah pandangan aku tersebut (05:28:17 PM) jonkartagolamida: ihhhhhhh ikuttt :D (05:28:57 PM) Indri Rizkina Hapsari: ga tau yaa.. setelah umrah itu tarikannya kuaaattt banget (05:29:20 PM) jonkartagolamida: :) (05:29:31 PM) Indri Rizkina Hapsari: gampang kangen.. (05:29:35 PM) jonkartagolamida: Insya Allah pasti bisa segera ke sana lagi. *sama aku hehehe (05:29:41 PM) Indri Rizkina Hapsari: aaamiiinnn... (05:29:54 PM) Indri Rizkina Hapsari: semoga kita berjodoh yaaa... :) 17:30 (05:30:12 PM) jonkartagolamida: seperti kata kamu sayang, kita saling mendoakan aja ya. (05:30:24 PM) jonkartagolamida: :) (05:30:41 PM) jonkartagolamida: btw aku degdegan gt loh saat km bilang ini "semoga kita berjodoh yaaa... :)" (05:30:46 PM) jonkartagolamida: :p (05:30:59 PM) Indri Rizkina Hapsari: :D (05:31:05 PM) Indri Rizkina Hapsari: what makes you sooooooo? (05:32:17 PM) jonkartagolamida: hihihi don't know. I start to hoping so much that it will become true. makanya degdegan. tapi aku percaya semua hal dimulai dari hope. dilanjutkan dgn ikhtiar. dibantu dengan doa. ditunggu dgn tawakal. :) (05:32:34 PM) Indri Rizkina Hapsari: agree.. (05:32:51 PM) Indri Rizkina Hapsari: tapi dear, what if it turns out that we didnt? (05:32:56 PM) Indri Rizkina Hapsari: huhuhu (05:34:47 PM) jonkartagolamida: satu kata aja sayang. percaya. (05:34:56 PM) jonkartagolamida: aku ngerti pasti di hati kamu masih ada trauma 17:35 (05:35:14 PM) jonkartagolamida: Namun seperti yg kita tahu, setiap kejadian pasti ada hikmahnya (05:35:25 PM) jonkartagolamida: semua yg terjadi itu adalah karena itu yg terbaik (05:35:43 PM) jonkartagolamida: demikian jg semua yg tidak terjadi karena itu yg terbaik utk tak terjadi. hihi ribet bgt yak (05:36:33 PM) jonkartagolamida: kata temen aku semua kejadian di dunia ini sudah ditetapkan sejak di lauhul mahfuz (05:37:09 PM) Indri Rizkina Hapsari: yes.. (05:37:29 PM) Indri Rizkina Hapsari: i dont know dear, i just havent got the "feeling" (05:37:38 PM) jonkartagolamida: :) (05:37:46 PM) jonkartagolamida: let it flow ya sayang (05:37:55 PM) jonkartagolamida: aku pun mau ngomong dr sekarang (05:38:14 PM) jonkartagolamida: jika pun di tengah jalan kamu merasa masih ga bisa dpt feeling itu (05:38:17 PM) jonkartagolamida: just told me (05:38:21 PM) jonkartagolamida: *just tell me (05:38:33 PM) jonkartagolamida: aku akan sangat bisa mengerti (05:38:41 PM) jonkartagolamida: I just can hope and pray (05:39:06 PM) jonkartagolamida: tapi hati kamu dan ketetapan yg terjadi kemudian itu semua di luar kekuasaan aku (05:39:10 PM) jonkartagolamida: :) (05:39:38 PM) Indri Rizkina Hapsari: that's a very nice of you dear.. thank you soo much.. *almost crying kalo ga inget puasa (05:39:49 PM) jonkartagolamida: nangis ga batalin puasa kok dear (05:39:58 PM) jonkartagolamida: asal tearsnya jangan diminum ya (05:39:59 PM) jonkartagolamida: :))

PS: I love you

Wednesday, May 2, 2012

Dear wifey - Life is beautiful

Dear bunda,

Matahari di Singapura sedang malu-malu pagi ini. But life goes on like usual. Ada yang ngantor. Ada yang sekolah. Ada yang kuliah. Atau ada juga yang sekedar ke pasar. Aku sendiri hanya berdiri sambil menunggu bus. Bermacam-macam bus dengan bermacam nomor. Sesekali aku melihat orang yang berlari-lari mengejar bus.

Life is tough. Banyak hal harus diperjuangkan. Misalnya mimpi dan cita-cita. Banyak hal lain juga yang harus diperjuangkan. Misalnya tetap kuat melewati ujian. Banyak hal juga harus diperjuangkan. Contohnya membangun hubungan jarak jauh dengan istriku agar tetap indah. Tidak mudah, namun sekali lagi harus diperjuangkan.

Life is beautiful. Aku masih suka terkekeh sendiri saat melihat orang-orang India yang senang sekali ngampar di trotoar. Hidup ini indah, kalau pulang ke Indonesia lihat perjuangan orang-orang yang tak seberuntung kita yang tetap tegar menjalani hari-harinya. Saat hilang motivasi, dulu biasanya aku membayangkan diri menjadi orang lain. Bayangkan bagaimana tukang sampai yang menarik-narik gerobak berat. Bayangkan tukang gorengan yang memikul bakul gorengannya yang berat. Banyak orang-orang yang tidak seberuntung kita dalam hal-hal kasat mata. Namun mereka masih tetap positive dan semangat dan bersyukur. Betapa lemahnya kita jika mudah menyerah oleh terpaan masalah kecil.

Hidup ini indah. Lihatlah langit dan laut. Lihat matahari dan bintang. Lihat binatang-binatang yang lucu. Bisa memiliki anugerah istri yang sempurna. Dan yang paling utama, hidup ini indah sebab setiap pagi kita masih bangun dalam keadaan hidup untuk menikmati keindahan-keindahan tadi. Sehat dan tidak sakit. Ini seperti yang bunda bilang dan sangat benar adanya.

Tunggu aku di Ilmeau ya bun. Insya Allah tak lama lagi. Aku ingin kita sama-sama merajut hidup indah kita.

PS: I love you

Tuesday, May 1, 2012

Dear wifey - Stuck Brain

Dear Bunda,

In life practical is often not as easy as theory. For example in theory mentioned most of problem can be done easier if we can thinking positive. But practically thinking positive is not as easy as mention it. Especially in non positive situation. The part that I hate most is often mood swinging down to down without clear reason why it happen. Suddenly I cannot sleep last night and same again this morning. Is there any subconscious mind bothering me? I don't know. I as the owner of this mind even don't know that exactly. I also want to survive from this rain. Even though this is not rain at all. This is only small rain cloud. I don't know. My brain stuck this morning. But I always try for not making my heart stuck. Always try to be positive. Never give up. More mature.

Sorry again for this useless letter. In small part of my mind, there always a spirit, even though sometime remaining small. To chase whatever dream to pass through all the problem and survive. This morning I just want to sleep peacefully. And wake up with stronger and more positive feeling.

PS: I love you