Dear bunda,
Pagi ini ayah mau share salah satu Ted talks yang pernah ayah lihat. Ted talks sendiri adalah sebuah komunitas di internet yang merupakan wadah untuk menjadi audience banyak pembicara bagus dari berbagai macam topik dan sangat memungkinkan juga bagi kita untuk menjadi pembicara di sana. Seperti tadi yang sudah aku sebut, topiknya sangat luas sekali. Konten di website ted itu sendiri adalah video recording dengan kualitas yang sangat bagus dan dilengkapi dengan subtitle dari banyak bahasa.
Topik yang ingin ayah share kali ini adalah mengenai 8 rahasia menuju sukses. Speakernya bernama Richard St. John. Mengapa seseorang bisa sukses? Apakah karena mereka pintar ataukah karena mereka beruntung? Ternyata tidak kedua-duanya. Lalu mengapa orang sukses? Dari reseach Mr Richard menemukan 8 hal berikut yang dapat menghantarkan kita menuju sukses.
Passion Work Good Focus Push Serve Ideas Persist
Banyak motivator mengatakan passion adalah kunci utama menuju kesuksesan. Namun terkadang memang tak mudah untuk menemukannya. Ayah sendiri terkadang masih merasa belum tahu passion sesungguhnya seperti apa. Tapi ada clue yang mudah untuk melihat passion kita. Do it for love not money. Apabila kita passion terhadap sesuatu bahkan mungkin kita akan bersedia membayar untuk melakukan passion kita tersebut.
Kedua adalah work for your passion. Day and night. Belajar terus, improve terus. Meski awalnya do it for love, biasanya money comes later, much money than we think before.
Ketiga, good for you work of passion. To be successful put your nose down in something and get damn good at it. Bunda good in communication science. And I want to be good in science and engineering. Then how to be good? Kalau orang real estate bilang ada 3 hal yang penting dalam real estate: lokasi, lokasi dan lokasi. Untuk menjadi good dalam passion kita ada 3 hal juga yang harus dilakukan: practice, practice and practice.
Keempat, focus terhadap satu hal.
Kelima, push yourself. Manusia itu dinamis. Terkadang semangat terkadang kurang semangat. Tugas kita untuk selalu mendorong diri baik saat semangat atau pun tidak. Jika sedang tidak semangat, Allah sudah mengkaruniai aku seorang istri pilihan yang akan selalu menjadi penyemangat aku. Kita harus selalu berusaha mendorong diri dari rasa malu dan ragu.
Keenam, serve. Berbagi dan melayani. Helping people and sharing something that we have. Doctor will serve passion. Writter will serve reader. Teacher will serve their student. Pemimpin akan melayani bawahannya. And believe it or not, usually, again, money comes later.
Ketujuh, ideas. Find good ideas. Ada 7 petunjuk untuk membangun ide. Dengar, objservasi, ingin tahu, bertanya, memecahkan masalah dan menghubungkan.
Terakhir dan ultimately, persist. Ketujuh poin tadi tak akan ada gunanya jika kita tidak persist dalam mencapai tujuan kita. Kita harus persist terhadap CRAP: Critisism, Rejection, Asshole :p, dan Pressure. That will be challenging. Tapi hidup terasa lebih seru kan dengan tantangan.
Sebagai penutup, kita harus selalu ingat bahwa sukses itu bukan destinasi tapi proses.
Tunggu aku di Ilmenau pada September ini. Aku ingin terus saling belajar bersama bunda. Btw, surat kali ini kok malah sharing ya, bukan surat cinta. :p
PS: I love you
Monday, April 30, 2012
Dear wifey - When strong purpose can beat everything
Dear bunda,
I owe you one love letter last night. I pay now. But honestly this is copy paste from my colleague in office :p. But the story is inspiring. Hopefully I can write my own inspiring story for you later. Enjoy.
There were two warring tribes in the Andes, one that lived in the lowlands and the other high in the mountains. The mountain people invaded the lowlanders one day, and as part of their plundering of the people, they kidnapped a baby of one of the lowlander families and took the infant with them back up into the mountains.
The lowlanders didn't know how to climb the mountain. They didn't know any of the trails that the mountain people used, and they didn't know where to find the mountain people or how to track them in the steep terrain. Even so, they sent out their best party of fighting men to climb the mountain and bring the baby home.
The men tried first one method of climbing and then another. They tried one trail and then another. After several days of effort, however, they had climbed only several hundred feet. Feeling hopeless and helpless, the lowlander men decided that the cause was lost, and they prepared to return to their village below.
As they were packing their gear for the descent, they saw the baby's mother walking toward them. They realized that she was coming down the mountain that they hadn't figured out how to climb. And then they saw that she had the baby strapped to her back. How could that be?
One man greeted her and said, We couldn't climb this mountain. How did you do this when we, the strongest and most able men in the village, couldn't do it? She shrugged her shoulders and said, It wasn't your baby.
"A strong passion for any object will ensure success, for the desire of the end will point out the means" - William Hazlitt
Therefore, for any action to succeed, purpose provides the inspiration and fuels the energy to bring out the best methodology!
Then one of my main purpose is to give you happiest life ever. But I can't do that alone. I need you and I always need you. Wait me on September and let's we build our beautiful life together. Always together, because once more, I always need you.
PS: I love you.
I owe you one love letter last night. I pay now. But honestly this is copy paste from my colleague in office :p. But the story is inspiring. Hopefully I can write my own inspiring story for you later. Enjoy.
There were two warring tribes in the Andes, one that lived in the lowlands and the other high in the mountains. The mountain people invaded the lowlanders one day, and as part of their plundering of the people, they kidnapped a baby of one of the lowlander families and took the infant with them back up into the mountains.
The lowlanders didn't know how to climb the mountain. They didn't know any of the trails that the mountain people used, and they didn't know where to find the mountain people or how to track them in the steep terrain. Even so, they sent out their best party of fighting men to climb the mountain and bring the baby home.
The men tried first one method of climbing and then another. They tried one trail and then another. After several days of effort, however, they had climbed only several hundred feet. Feeling hopeless and helpless, the lowlander men decided that the cause was lost, and they prepared to return to their village below.
As they were packing their gear for the descent, they saw the baby's mother walking toward them. They realized that she was coming down the mountain that they hadn't figured out how to climb. And then they saw that she had the baby strapped to her back. How could that be?
One man greeted her and said, We couldn't climb this mountain. How did you do this when we, the strongest and most able men in the village, couldn't do it? She shrugged her shoulders and said, It wasn't your baby.
"A strong passion for any object will ensure success, for the desire of the end will point out the means" - William Hazlitt
Therefore, for any action to succeed, purpose provides the inspiration and fuels the energy to bring out the best methodology!
Then one of my main purpose is to give you happiest life ever. But I can't do that alone. I need you and I always need you. Wait me on September and let's we build our beautiful life together. Always together, because once more, I always need you.
PS: I love you.
Sunday, April 29, 2012
Dear wifey - Cerita tentang orang India
Dear bunda,
Dulu aku sempat pernah terpikir untuk backpacking ke India. Melihat dari film-film India jaman dulu nampaknya India adalah negara yang menarik. Namun setelah tahun 2010 pertama kali datang ke Singapura, ternyata jika ingin sekedar ketemu orang India, merasakan makanannya, melihat beberapa budayanya, tak perlu jauh-jauh ke India sebab di di Singapura juga berjubel orang India. Cukup 90 menit terbang dari Jakarta kita akan sampai di Changi. Bahkan sejak do Changi kita akan melihat banyak.sekali orang India.
Di Singapura, sekitar 10 persen populasi adalah orang India. Bahkan Tamil bahasa di India selatan menjadi salah satu bahasa resmi di Singapura. Kita bisa bertemu orang India di mana-mana. Menjadi petugas di airport, supir bus, pekerja bangunan dan tentu saja programmer.
India itu negara yang sangat besar. Populasi totalnya saja sekarang sudah lebih dari 1 milyar orang. Sekitar 4 kali lipat populasi kita. Maka dari itu orang India banyak eksodus ke mana-mana. Banyak yang ke Singapura, Malaysia, Australia dan paling utama USA. Salah satu keunggulan mereka, meski mungkin negaranya sama carut-marut dengan kita, tapi India punya sistem pendidikan yang cukup bagus. Salah satunya adalah kefasihan berbahasa Inggris. Yang pasti karena India dulu bekas jajahan Inggris. Bahasa bagaimana pun adalah salah satu elemen terpenting untuk go international, dan elemen ini sudah dikuasai dengan benar-benar baik oleh golongan sekolah orang-orang India. Namun lucunya, sefasih-fasihnya orang India berbahasa Inggris, mereka tetap punya aksen yang teramat sangat kental. Beda dengan speaker Indonesia yang jika belajar dan terbiasa dengan baik, orang Indonesia bisa sefasih native Inggris dalam berbicara tanpa ada aksen lokal yang terdengar. Aku jadi ingat saat pertama phone interview untuk job di Keane ini. Aku phone interview hampir satu jam. Full deg degan karena sepanjang interview aku berulangkali kesulitan memahami perkataan interviewer aku.
Singapura itu negara kecil namun benar-benar diverse. Dalam satu wilayah yang tak lebi dari Jakarta kita akan menemukan orang Chinese, Malay, India, Filiphino, Eropa, Afrika dan Amerika. Maka dari itu saat di MRT rak jarang kita akan mendengar riuh orang berbicara dalam berbagai bahasa. Entah saat menelepon atau mengobrol dengan temannya. Beberapa bahasa yang lucu untuk di dengar adalah bahasa tagalog dan India. Satu hal yang patut diketahui, karena negaranya sangat besar, India pun punya banyak sekali bahasa lokal. Meski Tamil adalah bahasa resmi di Singapura, di India sendiri bahasa resminya adalah Hindi yang menurut teman-temanku kedua bahasa tersebut berbeda sekali.
Salah satu hal lain yang menarik dari.orang India adalah karakternya. Meski kita tidak bisa menyamaratakan semua orang, dari mata kepala aku sendiri aku melihat satu karakteristil umum yang sering aku lihat pada orang-orang India. Banyak omong, sedikit kerja dan agak annoying. Entah karena mungkin dikaruniai bahasa yang lucu, orang India itu sangat senang mengoceh. Dengan suara keras pula. Di pekerjaan kita harus banyak bersabar berinteraksi dengan mereka. Meski pada awalnya aku selalu sebal dengan kelakuan-kelakuan annoying mereka namun setelah hampir 6 bulan berinteraksi dengan mereka sepertinya aku mulai terbiasa dan cuek dengan kelakuan mereka.
Salah satu tempat di Singapura di mana kita bisa menemukan sangat banyak orang India adalah.... Little India. Di sini mereka lebih ada di mana-mana lagi. Setiap lemparan mata 5 meter kita pasti bisa melihat mereka. Ada kebiasaan mereka yang sering membuat aku tersenyum sendiri. Mereka sangat senang lesehan. Lesehan di restoran adalah sesuatu yang umum di tempat makan lesehan di Indonesia. Tapi orang-orang India senang lesehan di trotoar, di mall, di rumput dan di mana pun mereka mau. Saat weekend tak jarang aku melihat satu keluarga India dengan anak-anak bahkan pamab dan kakeknya menghampar tikar di trotoar. Mereka piknik di tengah jalan sambil makan nasi rames! Saat malam banyak sekali juga orang-orang India yang merumput di taman, entah sekedar ngobrol dengan teman-temannya atau telponan entah dengan siapa bahkan sambil berguling-guling berbaring-baring di rumput!
Dari pengalaman sekitar 6 bulan ini aku bersyukur pada Allah. Betapa Maha Besar Allah menciptakan manusia beraneka ragam dengan ciri fisik dan psikis yang berbeda-beda pula. Suatu waktu aku ingin ke USA seperti impian banyak orang India. Satu waktu juga aku tetap ingin ke India. Aku ingin ke Taj Mahal dan ingin belajar bagaimana bisa mempersembahkan sesuatu yang indah pada wanita yang aku cinta seperti yang dilakukan oleh pembuat taj mahal untuk wanita yang ia cinta.
Tunggu aku di Ilmenau pada September ini. Aku tak tahu ada berapa banyak orang India di sana. Tapi aku tak peduli itu. Aku hanya peduli untuk memelukmu lama.
PS: I love you
Dulu aku sempat pernah terpikir untuk backpacking ke India. Melihat dari film-film India jaman dulu nampaknya India adalah negara yang menarik. Namun setelah tahun 2010 pertama kali datang ke Singapura, ternyata jika ingin sekedar ketemu orang India, merasakan makanannya, melihat beberapa budayanya, tak perlu jauh-jauh ke India sebab di di Singapura juga berjubel orang India. Cukup 90 menit terbang dari Jakarta kita akan sampai di Changi. Bahkan sejak do Changi kita akan melihat banyak.sekali orang India.
Di Singapura, sekitar 10 persen populasi adalah orang India. Bahkan Tamil bahasa di India selatan menjadi salah satu bahasa resmi di Singapura. Kita bisa bertemu orang India di mana-mana. Menjadi petugas di airport, supir bus, pekerja bangunan dan tentu saja programmer.
India itu negara yang sangat besar. Populasi totalnya saja sekarang sudah lebih dari 1 milyar orang. Sekitar 4 kali lipat populasi kita. Maka dari itu orang India banyak eksodus ke mana-mana. Banyak yang ke Singapura, Malaysia, Australia dan paling utama USA. Salah satu keunggulan mereka, meski mungkin negaranya sama carut-marut dengan kita, tapi India punya sistem pendidikan yang cukup bagus. Salah satunya adalah kefasihan berbahasa Inggris. Yang pasti karena India dulu bekas jajahan Inggris. Bahasa bagaimana pun adalah salah satu elemen terpenting untuk go international, dan elemen ini sudah dikuasai dengan benar-benar baik oleh golongan sekolah orang-orang India. Namun lucunya, sefasih-fasihnya orang India berbahasa Inggris, mereka tetap punya aksen yang teramat sangat kental. Beda dengan speaker Indonesia yang jika belajar dan terbiasa dengan baik, orang Indonesia bisa sefasih native Inggris dalam berbicara tanpa ada aksen lokal yang terdengar. Aku jadi ingat saat pertama phone interview untuk job di Keane ini. Aku phone interview hampir satu jam. Full deg degan karena sepanjang interview aku berulangkali kesulitan memahami perkataan interviewer aku.
Singapura itu negara kecil namun benar-benar diverse. Dalam satu wilayah yang tak lebi dari Jakarta kita akan menemukan orang Chinese, Malay, India, Filiphino, Eropa, Afrika dan Amerika. Maka dari itu saat di MRT rak jarang kita akan mendengar riuh orang berbicara dalam berbagai bahasa. Entah saat menelepon atau mengobrol dengan temannya. Beberapa bahasa yang lucu untuk di dengar adalah bahasa tagalog dan India. Satu hal yang patut diketahui, karena negaranya sangat besar, India pun punya banyak sekali bahasa lokal. Meski Tamil adalah bahasa resmi di Singapura, di India sendiri bahasa resminya adalah Hindi yang menurut teman-temanku kedua bahasa tersebut berbeda sekali.
Salah satu hal lain yang menarik dari.orang India adalah karakternya. Meski kita tidak bisa menyamaratakan semua orang, dari mata kepala aku sendiri aku melihat satu karakteristil umum yang sering aku lihat pada orang-orang India. Banyak omong, sedikit kerja dan agak annoying. Entah karena mungkin dikaruniai bahasa yang lucu, orang India itu sangat senang mengoceh. Dengan suara keras pula. Di pekerjaan kita harus banyak bersabar berinteraksi dengan mereka. Meski pada awalnya aku selalu sebal dengan kelakuan-kelakuan annoying mereka namun setelah hampir 6 bulan berinteraksi dengan mereka sepertinya aku mulai terbiasa dan cuek dengan kelakuan mereka.
Salah satu tempat di Singapura di mana kita bisa menemukan sangat banyak orang India adalah.... Little India. Di sini mereka lebih ada di mana-mana lagi. Setiap lemparan mata 5 meter kita pasti bisa melihat mereka. Ada kebiasaan mereka yang sering membuat aku tersenyum sendiri. Mereka sangat senang lesehan. Lesehan di restoran adalah sesuatu yang umum di tempat makan lesehan di Indonesia. Tapi orang-orang India senang lesehan di trotoar, di mall, di rumput dan di mana pun mereka mau. Saat weekend tak jarang aku melihat satu keluarga India dengan anak-anak bahkan pamab dan kakeknya menghampar tikar di trotoar. Mereka piknik di tengah jalan sambil makan nasi rames! Saat malam banyak sekali juga orang-orang India yang merumput di taman, entah sekedar ngobrol dengan teman-temannya atau telponan entah dengan siapa bahkan sambil berguling-guling berbaring-baring di rumput!
Dari pengalaman sekitar 6 bulan ini aku bersyukur pada Allah. Betapa Maha Besar Allah menciptakan manusia beraneka ragam dengan ciri fisik dan psikis yang berbeda-beda pula. Suatu waktu aku ingin ke USA seperti impian banyak orang India. Satu waktu juga aku tetap ingin ke India. Aku ingin ke Taj Mahal dan ingin belajar bagaimana bisa mempersembahkan sesuatu yang indah pada wanita yang aku cinta seperti yang dilakukan oleh pembuat taj mahal untuk wanita yang ia cinta.
Tunggu aku di Ilmenau pada September ini. Aku tak tahu ada berapa banyak orang India di sana. Tapi aku tak peduli itu. Aku hanya peduli untuk memelukmu lama.
PS: I love you
Saturday, April 28, 2012
Dear wifey - Love Energy
Dear bunda,
Shubuh tadi energi aku kembali. Semangat aku datang lagi.
Saat melihat bunda, hati itu selalu memerah jambu karena bahagia. Pertama, adalah karena bunda punya paras yang sangat cantik. Artis Hollywood, Bollywood dan apalagi artis Indonesia kalah jauh dari bunda. Kedua, bunda itu punya karakter yang luar biasa unggul. Bunda itu penyabar, penuh pengertian, supportif, selalu dapat menjaga perasaan orang yang ia sayang (semoga aku bisa menjadi orang yang layak untuk bunda sayang). Ketiga, karena bunda adalah seseorang yang sudah aku tempatkan penuh dalam hati terdalam sebab bunda adalah istri ayah. Tak akan ayah ijinkan sedikitpun wanita atau ukhti lain masuk ke hati ayah. Dari keempat alasan itu dekat dengan bunda akan selalu jadi kebahagiaan. Jika tak bisa dekat dengan melihat bunda pun adalah kebahagiaan. Jika tak sedang melihat bunda, mendengar suara bunda adalah kebahagiaan. Jika tak bisa mendenger suara bunda, membaca text dari bunda adalah kebahagiaan. Jika tak ada text dari bunda, memikirkan bunda adalah kebahagiaan. Jika tak bisa memikirkan bunda, maka itu sangatlah tidak mungkin sebab sebagian besar waktuku selalu merindukan dan memikirkan bunda.
Beberapa hari ini sering memikirkan tentang uang. Ingin membeli rumah. Rumah yang nyaman untuk kita. Kalau dulu aku sering ngomong, rumah yang semoga tak pernah sepi dari bacaan shalat dan lantunan ayat suci Al-Quran. Ingin membeli mobil yang enak dikendarai untuk bunda. Sehingga bunda bisa beraktivitas dengan mudah. Jika pun bunda kerja, bunda bisa menyetir sendiri jika perlu. Sehingga aku tak perlu khawatir bunda naik turun kendaraan umum sendiri. Tentunya dengan sangat senang hati aku pun ingin bisa menjemput bunda setiap pulang seperti saat kita masih pacaran (maksudnya taaruf). Ingin membeli perabot rumah yang bagus. Tempat tidur yang nyaman. Sofa bed yang empuk. Sehingga setiap malam saat bunda ketiduran di depan tv aku ingin menggendong bunda ke kamar, tanpa membangunkan bunda. Aku juga pengen membeli kitchen set yang baik. Sehingga bunda bisa betah memasak (misi tersembunyi ayah). Kita pun tentunya bisa masak bareng-bareng. Bunda mengajarkan ayah memasak. Kita pun akan sering cuci piring bareng seperti saat di Rivervale. Dan hari ini aku merasa semangat mengajar mimpi-mimpi itu sambil memandangi bunda yang sedang tidur sangat lelap. Uang bukan segalanya. Tapi memang banyak hal membutuhkan uang. Aku ingin menjadi orang yang bisa menguasai uang dan bukan dikuasai oleh uang.
Bunda otak aku agak sedikit buntu beberapa hari ini. Agak bingung mau menulis apa. Sementara aku akhiri saja dengan lirik lagunya DJ Shogun ft Emmalock, Save me. Salah satu lagu yang aku putar terus berulang-ulang beberapa hari ini. Kalau pengen dengar bisa dicari banyak di Youtube. Tapi versi yang paling ayah suka ada di State of Trance Armin van Buuren episode 489.
It all seemed to disappear Like it was never really here This gets so emotional Nothing left to fear The pull of ocean tide Teardrops hung out to dry I don't want to let go Not this time Bring back you lovin I'm out here alone Bring back your lovin Don't say our love Is set in stone
Don't turn away from me Our love is our energy Baby Don't leave me in silence still Trapped in my own free will Baby
You shine a light That ignites in me And your the only one right now who can save me So come save me
Come save me Baby Come save me
You shine a light Thats ignites in me And your the only one right now who can save me Baby
Tunggu aku di Ilmenau beberapa minggu dari sekarang pada suatu hari di musim dingin. Entah dengan mekanisme dan cara apa aku ingin bisa sampai ke sana dan membayar hutang-hutang pelukan yang sangat banyak. Don't turn away from me Our love is our energy.
PS: I love you
Shubuh tadi energi aku kembali. Semangat aku datang lagi.
Saat melihat bunda, hati itu selalu memerah jambu karena bahagia. Pertama, adalah karena bunda punya paras yang sangat cantik. Artis Hollywood, Bollywood dan apalagi artis Indonesia kalah jauh dari bunda. Kedua, bunda itu punya karakter yang luar biasa unggul. Bunda itu penyabar, penuh pengertian, supportif, selalu dapat menjaga perasaan orang yang ia sayang (semoga aku bisa menjadi orang yang layak untuk bunda sayang). Ketiga, karena bunda adalah seseorang yang sudah aku tempatkan penuh dalam hati terdalam sebab bunda adalah istri ayah. Tak akan ayah ijinkan sedikitpun wanita atau ukhti lain masuk ke hati ayah. Dari keempat alasan itu dekat dengan bunda akan selalu jadi kebahagiaan. Jika tak bisa dekat dengan melihat bunda pun adalah kebahagiaan. Jika tak sedang melihat bunda, mendengar suara bunda adalah kebahagiaan. Jika tak bisa mendenger suara bunda, membaca text dari bunda adalah kebahagiaan. Jika tak ada text dari bunda, memikirkan bunda adalah kebahagiaan. Jika tak bisa memikirkan bunda, maka itu sangatlah tidak mungkin sebab sebagian besar waktuku selalu merindukan dan memikirkan bunda.
Beberapa hari ini sering memikirkan tentang uang. Ingin membeli rumah. Rumah yang nyaman untuk kita. Kalau dulu aku sering ngomong, rumah yang semoga tak pernah sepi dari bacaan shalat dan lantunan ayat suci Al-Quran. Ingin membeli mobil yang enak dikendarai untuk bunda. Sehingga bunda bisa beraktivitas dengan mudah. Jika pun bunda kerja, bunda bisa menyetir sendiri jika perlu. Sehingga aku tak perlu khawatir bunda naik turun kendaraan umum sendiri. Tentunya dengan sangat senang hati aku pun ingin bisa menjemput bunda setiap pulang seperti saat kita masih pacaran (maksudnya taaruf). Ingin membeli perabot rumah yang bagus. Tempat tidur yang nyaman. Sofa bed yang empuk. Sehingga setiap malam saat bunda ketiduran di depan tv aku ingin menggendong bunda ke kamar, tanpa membangunkan bunda. Aku juga pengen membeli kitchen set yang baik. Sehingga bunda bisa betah memasak (misi tersembunyi ayah). Kita pun tentunya bisa masak bareng-bareng. Bunda mengajarkan ayah memasak. Kita pun akan sering cuci piring bareng seperti saat di Rivervale. Dan hari ini aku merasa semangat mengajar mimpi-mimpi itu sambil memandangi bunda yang sedang tidur sangat lelap. Uang bukan segalanya. Tapi memang banyak hal membutuhkan uang. Aku ingin menjadi orang yang bisa menguasai uang dan bukan dikuasai oleh uang.
Bunda otak aku agak sedikit buntu beberapa hari ini. Agak bingung mau menulis apa. Sementara aku akhiri saja dengan lirik lagunya DJ Shogun ft Emmalock, Save me. Salah satu lagu yang aku putar terus berulang-ulang beberapa hari ini. Kalau pengen dengar bisa dicari banyak di Youtube. Tapi versi yang paling ayah suka ada di State of Trance Armin van Buuren episode 489.
It all seemed to disappear Like it was never really here This gets so emotional Nothing left to fear The pull of ocean tide Teardrops hung out to dry I don't want to let go Not this time Bring back you lovin I'm out here alone Bring back your lovin Don't say our love Is set in stone
Don't turn away from me Our love is our energy Baby Don't leave me in silence still Trapped in my own free will Baby
You shine a light That ignites in me And your the only one right now who can save me So come save me
Come save me Baby Come save me
You shine a light Thats ignites in me And your the only one right now who can save me Baby
Tunggu aku di Ilmenau beberapa minggu dari sekarang pada suatu hari di musim dingin. Entah dengan mekanisme dan cara apa aku ingin bisa sampai ke sana dan membayar hutang-hutang pelukan yang sangat banyak. Don't turn away from me Our love is our energy.
PS: I love you
Dear wifey - Curhat ngalor ngidul di malam hari
Dear bunda,
Sedikit curhat ngalor-ngidul malam ini sebelum tanggal berganti. Sebab tadi pagi aku bangun siang dan belum menulis surat cinta. Meski sebenarnya sih surat cinta hari ini adalah yang aku kirim semalam (ketauan malas). Insya Allah tak pernah ada kata sibuk untuk bunda. Semoga bisa tetap istiqamah menulis meski nanti beberapa minggu lagi kita sudah bersama. Aku ingin menjadikan ini sebagai buku harian juga. Di mana banyak curahan-curahan hati dan pemikiran yang aku sampaikan melalui bunda.
Dari dulu aku ingin menjadi pengajar. Berdiri di depan kelas berbagi ilmu dan memberi inspirasi. Aku ingin menjadi orang yang bisa simplify complex thing dan bukan complicate simple thing. Aku ingin menjadi inspirator yang membuat orang senang dan semakin semangat untuk terus belajar. Mengajar juga seharusnya menjadi pekerjaan yang memungkinkan aku tetap mempunyai banyak waktu dengan keluarga. Dengan mengajar juga selain bisa menginspirasi orang yang aku ajar, aku juga ingin bisa memberi inspirasi untuk anak-anakku kelak.
Sejak semalam aku iseng opencourseworknya MIT. Open Course Work itu adalah salah satu pendekatan long distance learning melalui web yang disediakan beberapa universitas. Kontennya bisa dinikmati oleh mahasiswa MIT sendiri dan terbuka juga untuk umum. Salah satu pioner open course work adalah MIT sendiri. Selain MIT ada juga beberapa universitas lain semisal UC Berkeley. Dalam open coursework ada banyak media yang dishare semisal video kuliah, handout presentasi, tugas dan referensi-referensi lainnya. Untuk MIT sendiri menyediakan banyak sekali open course work untuk beberapa departemen termasuk computer science dan electrical engineering. Semalam tak sengaja saat iseng searching aku mendapat link beberapa course video computer science meski untuk undergraduate sih. Dari situ senang bisa melihat dosen-dosen mengajar di depan kelas. Bisa berbicara panjang lebar dan berisi dan sekali lagi sangat menginspirasi. Makanya tiba-tiba jadi ingin membangunkan mimpi menjadi pengajar lagi.
Maka dari itu juga sejak beberapa hari aku mulai rajin buka-buka buku lagi. Belajar kalkulus, baca buku electrical engineering dan baca buku algorithms sambil koding-koding merefresh ingatan syntax c++. Salah satu hikmah Allah belum kasih aku beasiswa mungkin Allah pengen aku lebih siap saat kuliah. Jadi kuliahnya pun bisa maksimal dan hasilnya pun bisa maksimal. Aku tak mau seperti S1. Selulus kuliah tiba-tiba semua yang aku pelajari menguap. Aku pengen bisa punya pemahaman komprehensif terhadap satu bidang. Menjadi expert di bidang itu. Menulis buku (aku sudah sangat sering berkoar tentang ini). Mengajar dengan pemahaman yang mendalam. Bahkan ingin menjadi professor dalam bidang ini.
Tapi bunda tak usah khawatir. Aku tetap ingin menjadi diri aku sendiri. Ketika aku ingin menjadi sesuatu, itu karena aku ingin menjadi itu. Bukan sekedar ikut-ikutan. Bukan sekedar karena uang. Aku ingin benar-benar menjalani sesuatu yang menjadi passion aku. Meski sampai sekarang masih meraba-raba, nampaknya passion tersebut ada pada sesuatu bidang yang bernama computer science dan dalam pekerjaan yang bernama mengajar dan researcher. Baiklah tanggal sudah hampir berganti di waktu Singapura ini. Demikian dulu curhat tak jelas di malam ini.
Aku kangen bunda. Ingin segera ketemu di Ilmenau dalam beberapa minggu lagi. Aku ingin coba menamkan ini sebagai visualisasi positif. Membayangkan seakan nyata, sehingga siapa tahu benar-benar bisa menjadi nyata.
PS: I love you
Sedikit curhat ngalor-ngidul malam ini sebelum tanggal berganti. Sebab tadi pagi aku bangun siang dan belum menulis surat cinta. Meski sebenarnya sih surat cinta hari ini adalah yang aku kirim semalam (ketauan malas). Insya Allah tak pernah ada kata sibuk untuk bunda. Semoga bisa tetap istiqamah menulis meski nanti beberapa minggu lagi kita sudah bersama. Aku ingin menjadikan ini sebagai buku harian juga. Di mana banyak curahan-curahan hati dan pemikiran yang aku sampaikan melalui bunda.
Dari dulu aku ingin menjadi pengajar. Berdiri di depan kelas berbagi ilmu dan memberi inspirasi. Aku ingin menjadi orang yang bisa simplify complex thing dan bukan complicate simple thing. Aku ingin menjadi inspirator yang membuat orang senang dan semakin semangat untuk terus belajar. Mengajar juga seharusnya menjadi pekerjaan yang memungkinkan aku tetap mempunyai banyak waktu dengan keluarga. Dengan mengajar juga selain bisa menginspirasi orang yang aku ajar, aku juga ingin bisa memberi inspirasi untuk anak-anakku kelak.
Sejak semalam aku iseng opencourseworknya MIT. Open Course Work itu adalah salah satu pendekatan long distance learning melalui web yang disediakan beberapa universitas. Kontennya bisa dinikmati oleh mahasiswa MIT sendiri dan terbuka juga untuk umum. Salah satu pioner open course work adalah MIT sendiri. Selain MIT ada juga beberapa universitas lain semisal UC Berkeley. Dalam open coursework ada banyak media yang dishare semisal video kuliah, handout presentasi, tugas dan referensi-referensi lainnya. Untuk MIT sendiri menyediakan banyak sekali open course work untuk beberapa departemen termasuk computer science dan electrical engineering. Semalam tak sengaja saat iseng searching aku mendapat link beberapa course video computer science meski untuk undergraduate sih. Dari situ senang bisa melihat dosen-dosen mengajar di depan kelas. Bisa berbicara panjang lebar dan berisi dan sekali lagi sangat menginspirasi. Makanya tiba-tiba jadi ingin membangunkan mimpi menjadi pengajar lagi.
Maka dari itu juga sejak beberapa hari aku mulai rajin buka-buka buku lagi. Belajar kalkulus, baca buku electrical engineering dan baca buku algorithms sambil koding-koding merefresh ingatan syntax c++. Salah satu hikmah Allah belum kasih aku beasiswa mungkin Allah pengen aku lebih siap saat kuliah. Jadi kuliahnya pun bisa maksimal dan hasilnya pun bisa maksimal. Aku tak mau seperti S1. Selulus kuliah tiba-tiba semua yang aku pelajari menguap. Aku pengen bisa punya pemahaman komprehensif terhadap satu bidang. Menjadi expert di bidang itu. Menulis buku (aku sudah sangat sering berkoar tentang ini). Mengajar dengan pemahaman yang mendalam. Bahkan ingin menjadi professor dalam bidang ini.
Tapi bunda tak usah khawatir. Aku tetap ingin menjadi diri aku sendiri. Ketika aku ingin menjadi sesuatu, itu karena aku ingin menjadi itu. Bukan sekedar ikut-ikutan. Bukan sekedar karena uang. Aku ingin benar-benar menjalani sesuatu yang menjadi passion aku. Meski sampai sekarang masih meraba-raba, nampaknya passion tersebut ada pada sesuatu bidang yang bernama computer science dan dalam pekerjaan yang bernama mengajar dan researcher. Baiklah tanggal sudah hampir berganti di waktu Singapura ini. Demikian dulu curhat tak jelas di malam ini.
Aku kangen bunda. Ingin segera ketemu di Ilmenau dalam beberapa minggu lagi. Aku ingin coba menamkan ini sebagai visualisasi positif. Membayangkan seakan nyata, sehingga siapa tahu benar-benar bisa menjadi nyata.
PS: I love you
Friday, April 27, 2012
Dear wifey - Good news and Bad news
Dear bunda,
I have two news. One bad news and one good news. Bad news: my contract in Keane terminated. Good news: my contract in Keane terminated.
Actually I have got this announcement since beginning of this week. But I prefer to keep it by myself because I wont bother your mind. I want to keep by myself until find proper way to handle the situation. But once more like I've said, stupid me, what I did is bothering you more by my incapability to pretend there is nothing happen. Really sorry.
CPM BWI project for BestWestern Hotel that I am working for now is on hold, most likely because budgetting issue. Whole Singapore team got layoff (if I can say like that) from this project because Singapore team has highest salary among other team. By doing this Keane expect can save a lot budgets.
Actually even though terminated from Keane I still ITCAN employee and if I want, I can ask my agent to be assigned to another project that will fit to my profile. I also just realize that ITCAN might cheat me. They never said that contract with Keane have to evaluate for every six months. They just told me that this project will long running. And I don't have backup plan because this. Other their bad intention is they notify us only 3 weeks before contract termination which is against our working contract. We are considering to bring this issue to MoM. But will not concern for that now. For now I am in situation where I have to take decision carefully and correctly.
The good news is, in this situation I can release myself from poin of contract that bound me to ITCAN for two years. So I can go freely now without need to pay any penalty. This situation will be so perfect if there will be some good news from both kominfo and Ilmenau. Hehe. That's why I will keep pray day and night for this. And I will put this perspective as my main concern rather than drag by possibility of desperation from bad news perspective where I put myself there few days back.
Of course being positive is good but being positive and realistic is the best. The biggest problem that we will face that if within few weeks I cannot get certainty, than its mean I broke. The ugliest side of that possibility is I could be broke husband. Single and no money will be no problem. But have family and no money is big issue. Until this.micro second for this sixth month I am in Singapore, I still don't have any savings. I won't discuss too much about financial thing, I hope I can find best solution for us, except in case you would like to fully involved finding the best way to handle these.
Following are my plan. I will wait until second or third week of May. It's mean until then I wont neither ask to be assigned to other project nor apply some job by myself, hopefully there will be good news from scholarship. So if the scholarship approved I just can leave from Singapore and preparing for study without any penalty. For the plan B, I will start looking job after 2nd or 3rd week of May. And try my best not get the job via outsourcing any more and the job without bounding contract with penalty. That will be tough I think. But this is life, right.
There should be a plan C. But I wont mention it and never think to do it for now. I will stick to Plan A. Got scholarship. Sorry so much. I just got my positive mind again today. Several days back full of gloomy feeling and demotivated. Life is tough but this is life. There are lesson for every thing happen to us.
I apologize still cannot be a good husband. I apologize maybe I have to recalculate everything for buying our dream house and nice car for you. But let's always believe Allah Ya Razzaq, The Provider. In the mean time , if you don't mind, please let's keep this information only with us.
Sometime questioning myself, are all of this things showing a sign that perhaps I got scholarship? Haha don't know, but aamiin. Wait me in Ilmenau on September. I learn to be always to positive even in non positive situation.
PS: I love you
I have two news. One bad news and one good news. Bad news: my contract in Keane terminated. Good news: my contract in Keane terminated.
Actually I have got this announcement since beginning of this week. But I prefer to keep it by myself because I wont bother your mind. I want to keep by myself until find proper way to handle the situation. But once more like I've said, stupid me, what I did is bothering you more by my incapability to pretend there is nothing happen. Really sorry.
CPM BWI project for BestWestern Hotel that I am working for now is on hold, most likely because budgetting issue. Whole Singapore team got layoff (if I can say like that) from this project because Singapore team has highest salary among other team. By doing this Keane expect can save a lot budgets.
Actually even though terminated from Keane I still ITCAN employee and if I want, I can ask my agent to be assigned to another project that will fit to my profile. I also just realize that ITCAN might cheat me. They never said that contract with Keane have to evaluate for every six months. They just told me that this project will long running. And I don't have backup plan because this. Other their bad intention is they notify us only 3 weeks before contract termination which is against our working contract. We are considering to bring this issue to MoM. But will not concern for that now. For now I am in situation where I have to take decision carefully and correctly.
The good news is, in this situation I can release myself from poin of contract that bound me to ITCAN for two years. So I can go freely now without need to pay any penalty. This situation will be so perfect if there will be some good news from both kominfo and Ilmenau. Hehe. That's why I will keep pray day and night for this. And I will put this perspective as my main concern rather than drag by possibility of desperation from bad news perspective where I put myself there few days back.
Of course being positive is good but being positive and realistic is the best. The biggest problem that we will face that if within few weeks I cannot get certainty, than its mean I broke. The ugliest side of that possibility is I could be broke husband. Single and no money will be no problem. But have family and no money is big issue. Until this.micro second for this sixth month I am in Singapore, I still don't have any savings. I won't discuss too much about financial thing, I hope I can find best solution for us, except in case you would like to fully involved finding the best way to handle these.
Following are my plan. I will wait until second or third week of May. It's mean until then I wont neither ask to be assigned to other project nor apply some job by myself, hopefully there will be good news from scholarship. So if the scholarship approved I just can leave from Singapore and preparing for study without any penalty. For the plan B, I will start looking job after 2nd or 3rd week of May. And try my best not get the job via outsourcing any more and the job without bounding contract with penalty. That will be tough I think. But this is life, right.
There should be a plan C. But I wont mention it and never think to do it for now. I will stick to Plan A. Got scholarship. Sorry so much. I just got my positive mind again today. Several days back full of gloomy feeling and demotivated. Life is tough but this is life. There are lesson for every thing happen to us.
I apologize still cannot be a good husband. I apologize maybe I have to recalculate everything for buying our dream house and nice car for you. But let's always believe Allah Ya Razzaq, The Provider. In the mean time , if you don't mind, please let's keep this information only with us.
Sometime questioning myself, are all of this things showing a sign that perhaps I got scholarship? Haha don't know, but aamiin. Wait me in Ilmenau on September. I learn to be always to positive even in non positive situation.
PS: I love you
Thursday, April 26, 2012
Dear wifey - Bus lover 3
Dear bunda,
Baru saja aku naik 67 lagi saat berangkat ngantor ini. Dulu biasa aku menulis surat kangen bada shalat malam sebelum shubuh. Namun beberapa hari ini aku menulisnya di atas 67 dalam perjalanan ke kantor. Perjalanan bus nemakan waktu 30-40 menit, biasanya cukup untuk membuat satu surat kangen. Terkadang panjang terkadang pendek.
Sebelum memulai, pagi ini berjalan agak beda. Aku tidur dan bangun tidur tanpa ditemani bunda. Meski biasanya pun hanya melalui layar display tipis laptop. Kangen dan sepi rasanya. Pagi ini tak ada gadis berpipi imut memanggil-manggilku seperti pagi kemarin. Gadis yang punya 7 level suara. Dari suara dewasa tegas yang agak menyeramkan hingga level suara kanak-kanak yang menggemaskan seperti saat bunda pernah mengirim voice message "Hubby hubby telpon wifey donk... Wifey rindu... Muachhh". Namun aku suka semua suara bunda.
Sejak naik pindah ke Farrer Park dan naik 67 lagi. Aku merasa dejavu. Jadi teringat sekitar 2 minggu pertama numpang tinggal di Choa Chu Kang komuter naik 67 juga. Waktu itu seperti yang aku cerita bisa 2 jam lebih di perjalanan melintasi satu ujung Singapur ke ujung yang lain. Terkadang seringkali aku tidur lalu bangun lalu teridur lagi bangun lagi tidur lagi bangun lagi dan bus masih belum sampai tujuan.
67 ada 2 jenis. Bus single dan bus gandeng. Aku paling suka bus gandeng. Aku biasa duduk paling belakang di mana aku bisa melihst banyak kehidupan di sela-sela aku tertidur dan terbangun. Sebenarnya aku paling suka bus tingkat. Namun bus tingkat tak bisa berjalan terlalu cepat. Beda dengan bus single. Meski pada teorinya bus gandeng tak boleh berjalan terlalu cepat, beberapa supir 67 biasa menyupir dengan cukup ngebut. Hingga bahkar ekor bus gandeng sampe terpental-pental saat jalan bergelombang dan buntutnya menggot-menggot saat belok. Maka dari itu aku juga suka bus gandeng.
Hampir semua bus publik di Singapura memakai transmisi matik. Entah mungkin karena ini juga, supir-supir di sini nampaknya tak kenal kopling. Jadi setiap bus mau jalan terkadang suka menyentak. Aku pernah hampir terpantal ke belakang menimpa seorang gadis chinese (bukan ukhti.kok) saat hendak turun dan supir menggas yang sangat melonjak. Lalu saat transmisi matik memindah gear pun terkadang cukup terasa ndut-ndutan. Tapi meski demikian bus-bus di sini selalu nyaman.
Scheduling bus juga nyaris sangat teratur. Sejak tinggal di Hougang hingga sekarang saat aku berangkat atau pulang pada jam terrtentu dan keesokannya berangkat atau pulang pada jam yang sama aku hampir pasti bertemu supir yang sama bahkan kadangkala penumpang-penumpang yang sama. Termasuk saat ini. Aku naik bus dengan supir yang sama sejak 2 atau 3 hari lalu.
Dear bunda waktu masih kecil aku pernah ditanya cita-citaku apa. Saat serius aku akan menjawab astronot. Namun saat bercanda aku bilang pengen jadi tukang ojek. Hehe. Saat sudah gede dan senang bus terkadang aku ingin mencoba menyupir bus atau truk canggih. Di facebook aku melike page Scania. Salah satu merk truk dan bus dari Eropa. Supir bus itu keren. Bahkan sebanding dengan pilot karena mengemudikan benda yang sangat besar.
Bunda, pagi ini aku kangen bunda. Aku juga sedih sering membuat bunda resah. Bahkan saking lebaynya aku sering sedih jika aku mengirim pesan lama tak dijawab atau bahkan tak dijawab meski sekedar dengan sebuah smiley :).
Aku masih belum mau turun. Kantor masih beberapa blok lagi. Namun aku tutup dulu surat kali ini agar tak terlalu membosankan.
Bun, doakan aku untuk kemaslahatan beasiswa dan LOA ku ya. Sehingga aku bisa sampai di Ilmenau pada bulan September di mana kita akan sama-sama belajar dan aku terus belajar padamu. Sesekali saat santai aku ingin bunda mengajak kita naik bus di sana.
PS: I love you
Baru saja aku naik 67 lagi saat berangkat ngantor ini. Dulu biasa aku menulis surat kangen bada shalat malam sebelum shubuh. Namun beberapa hari ini aku menulisnya di atas 67 dalam perjalanan ke kantor. Perjalanan bus nemakan waktu 30-40 menit, biasanya cukup untuk membuat satu surat kangen. Terkadang panjang terkadang pendek.
Sebelum memulai, pagi ini berjalan agak beda. Aku tidur dan bangun tidur tanpa ditemani bunda. Meski biasanya pun hanya melalui layar display tipis laptop. Kangen dan sepi rasanya. Pagi ini tak ada gadis berpipi imut memanggil-manggilku seperti pagi kemarin. Gadis yang punya 7 level suara. Dari suara dewasa tegas yang agak menyeramkan hingga level suara kanak-kanak yang menggemaskan seperti saat bunda pernah mengirim voice message "Hubby hubby telpon wifey donk... Wifey rindu... Muachhh". Namun aku suka semua suara bunda.
Sejak naik pindah ke Farrer Park dan naik 67 lagi. Aku merasa dejavu. Jadi teringat sekitar 2 minggu pertama numpang tinggal di Choa Chu Kang komuter naik 67 juga. Waktu itu seperti yang aku cerita bisa 2 jam lebih di perjalanan melintasi satu ujung Singapur ke ujung yang lain. Terkadang seringkali aku tidur lalu bangun lalu teridur lagi bangun lagi tidur lagi bangun lagi dan bus masih belum sampai tujuan.
67 ada 2 jenis. Bus single dan bus gandeng. Aku paling suka bus gandeng. Aku biasa duduk paling belakang di mana aku bisa melihst banyak kehidupan di sela-sela aku tertidur dan terbangun. Sebenarnya aku paling suka bus tingkat. Namun bus tingkat tak bisa berjalan terlalu cepat. Beda dengan bus single. Meski pada teorinya bus gandeng tak boleh berjalan terlalu cepat, beberapa supir 67 biasa menyupir dengan cukup ngebut. Hingga bahkar ekor bus gandeng sampe terpental-pental saat jalan bergelombang dan buntutnya menggot-menggot saat belok. Maka dari itu aku juga suka bus gandeng.
Hampir semua bus publik di Singapura memakai transmisi matik. Entah mungkin karena ini juga, supir-supir di sini nampaknya tak kenal kopling. Jadi setiap bus mau jalan terkadang suka menyentak. Aku pernah hampir terpantal ke belakang menimpa seorang gadis chinese (bukan ukhti.kok) saat hendak turun dan supir menggas yang sangat melonjak. Lalu saat transmisi matik memindah gear pun terkadang cukup terasa ndut-ndutan. Tapi meski demikian bus-bus di sini selalu nyaman.
Scheduling bus juga nyaris sangat teratur. Sejak tinggal di Hougang hingga sekarang saat aku berangkat atau pulang pada jam terrtentu dan keesokannya berangkat atau pulang pada jam yang sama aku hampir pasti bertemu supir yang sama bahkan kadangkala penumpang-penumpang yang sama. Termasuk saat ini. Aku naik bus dengan supir yang sama sejak 2 atau 3 hari lalu.
Dear bunda waktu masih kecil aku pernah ditanya cita-citaku apa. Saat serius aku akan menjawab astronot. Namun saat bercanda aku bilang pengen jadi tukang ojek. Hehe. Saat sudah gede dan senang bus terkadang aku ingin mencoba menyupir bus atau truk canggih. Di facebook aku melike page Scania. Salah satu merk truk dan bus dari Eropa. Supir bus itu keren. Bahkan sebanding dengan pilot karena mengemudikan benda yang sangat besar.
Bunda, pagi ini aku kangen bunda. Aku juga sedih sering membuat bunda resah. Bahkan saking lebaynya aku sering sedih jika aku mengirim pesan lama tak dijawab atau bahkan tak dijawab meski sekedar dengan sebuah smiley :).
Aku masih belum mau turun. Kantor masih beberapa blok lagi. Namun aku tutup dulu surat kali ini agar tak terlalu membosankan.
Bun, doakan aku untuk kemaslahatan beasiswa dan LOA ku ya. Sehingga aku bisa sampai di Ilmenau pada bulan September di mana kita akan sama-sama belajar dan aku terus belajar padamu. Sesekali saat santai aku ingin bunda mengajak kita naik bus di sana.
PS: I love you
Subscribe to:
Posts (Atom)