Pages

Saturday, June 30, 2012

Dear wifey - Syukur

Dear Bunda,

Terkadang aku sering bertanya dalam hati. Apakah arti bahagia itu? Secara dangkal mungkin kebanyakan manusia sering mengasosiasikan kebahagiaan dengan materi(Btw sepertinya kok aku pernah bahas ini ya? :p). Hal tesebut tidak sepenuhnya salah namun tidak benar seratus persen juga. Aku jadi ingat, entah petikan biasa atau hadis yang kira-kira isinya adalah "manusia itu hanya membutuhkan sesuatu yang cukup mengenyangkan perutnya saja di saat makan. Di luar itu semua hanya nafsu belaka." Jadi setelah kebutuhan dasar untuk makan terpenuhi sebenarnya itu sudah lebih dari cukup. Dalam kehidupan sosial modern mungkin kita akan tambah sandang dan papan. Pangan saja tidaklah cukup. Sandang, pangan dan papan inilah kebutuhan primer dari manusia. Di luar itu hanyalah keinginan dan terkadang nafsu belaka. Berbicara tentang kebutuhan primer pun terkadang tidak ada ukuran yang saklek. Pangan seperti apa? Makan daging setiap hari? Untuk ini mungkin kita bisa merujuk pada pelajaran SD, 4 sehat 5 sempurna. Haha. Untuk sandang mungkin patokannya cukup yang bersih dan menutup aurat. Untuk papan mungkin patokannya adalah rumah yang tentram, nyaman untuk belajar dan beribadah, meski mungkin ada masanya harus diawali dengan mengontrak. Di luar semua patokan dasar sisanya biasanya adalah nafsu. Tak ada larangan untuk punya pakaian bagus dan rumah mewah selama didapatkan dari jalan yang baik. Aku jadi ingat sebuah petikan, "genggamlah dunia di tanganmu namun jangan taruh di hatimu."

Berbicara mengenai kebutuhan manusia tidak akan terlepas dari kemungkinan hati untuk membanding-bandingkan. Ada kalanya manusia awam sering melihat manusia lain dalam kehidupannya. Tetangga punya mobil bagus, ingin rasanya punya yang sama. Teman punya rumah mewah, ingin hati juga untuk memiliki. Sahabat punya pekerjaan mapan ingin juga rasanya punya yang sama. Keinginan-keinginan tersebut tidak masalah jika dijadikan sebagai motivasi. Yang salah adalah jika kemudian timbul iri dan dengki. Aku jadi ingat petikan lain yang lucu "senang lihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang." Semoga kita tak seperti itu. Pelajaran berharga yang ingin aku bagi di email ini adalah selalu bersyukur. Jika ingin sesuatu berusahalah dengan sungguh-sungguh. Jika belum dapat harus bersabar dan tetap bersyukur. Jika bisa dapat, bersyukurlah dan jangan sombong. Btw, sebenarnya ini pengingat untuk diri aku sendiri juga.

Semoga keluarga liliput kita ini bisa menjadi keluarga yang selalu bersyukur.

PS: I love you

Friday, June 29, 2012

Dear wifey - Satu Tahun

Dear Bunda,

Bulan ini tepat satu tahun sejak pertama kita bertemu. Waktu berjalan cepat ya. Terkadang aku masih merasa seperti baru kemarin saja datang ke lantai 2 di ruang opsroom kominfo. Dan banyak hal indah terjadi setelah itu. Bahkan hingga detik ini terkadang aku masih tak percaya sudah menjadi suami orang.

Hati itu adalah elemen yang sangat mudah berubah-ubah. Bisa cinta dari tak kenal. Bahkan bisa menjadi benci kepada orang yang pernah kita rasa paling kenal sekali pun. Contohnya setiap pasangan yang akhirnya bercerai pasti mengawali hubungan mereka dengan penuh cinta yang berbunga-bunga. Namun bunga-bunga itu bisa kandas begitu saja yang bahkan terkadang berakhir dengan kebencian. Terkadang aku tak pernah bisa membayangkan, bagaimana mungkin rasa cinta bisa hilang begitu saja. Namun itulah hati manusia, mudah dibolak-balik dengan gampangnya.

Satu tahun masih sangat hijau untuk sebuah hubungan. Apalagi hubungan pernikahan yang sifatnya tak saja untuk kini namun juga transendental. Aku masih tak tahu ada hal apa saja yang akan kita hadapi ke depan. Aku hanya berharap kita terus bersama mengarungi itu semua. Biarkan hati dan cinta kita berubah, namun berubah jumlah menjadi cinta dan sayang yang lebih banyak. Memahami hati sendiri itu terkadang susah. Bahkan ilmu pengetahuan sampai detik ini masih belum bisa menguak secara total rahasia mengenai manusia. Maka terbayang jelas bahwa untuk memahami orang lain tentunya akan lebih susah lagi.

Namun hidup adalah proses belajar tanpa henti. Proses belajar untuk lebih memahami diri sendiri dan juga memahami pasangan kita. Dari waktu ke waktu aku ingin terus lebih memahami istriku. Merasakan apa yang ia rasa. Memahami apa yang mungkin ingin ia ungkapkan, bahkan sebelum ia mengungkapkan. Di suatu waktu di bulan yang sama beberapa tahun ke depan, aku ingin kita sama-sama menengok ke belakang sambil terseyum atas semua hal-hal indah yang telah kita lalui dan capai bersama.

PS: I love you



Thursday, June 28, 2012

Dear wifey - Ambisious but Moderate

Dear Bunda,

It's fine to have ambitious goals, but the best way of reaching them is to cultivate modest expectations at every step along the way.

Quote dari buku Mastery tulisan George Leonard. Petikan tersebut cukup menjawab hal yang sempat menjadi pertanyaan bagiku. Boleh ambisius tapi pasang ekspekstasi yang wajar dan tidak berlebihan. Pasrah dan serahkan semua pada Yang Maha Kuasa. Mari kita lihat apakah I can walk the talk?

PS: I love you

Wednesday, June 27, 2012

Dear wifey - NFS

Dear Bunda,

Hari ini hubby sedikit kehabisan bahan cerita. Tiba-tiba hubby jadi ingat pengalaman saat masuk NFS.

Tahun 2009 akhir project di kantor pertama aku untuk client Hutchison Three semakin carut marut. Project manager kabur dan banyak staff yang tua-tua pada resign. Bahkan salah satu staff juga kabur menghilang. Akhirnya pada waktu itu tinggal aku dan Yoki yang masih tinggal. Tak lama dari itu Yoki pun cerita jika sudah dapat offer baru lagi. Jadi artinya jika Yoki keluar tinggal aku sendirian di project itu. Tak lama Yoki pun keluar dan tak lama dari itu masuk seorang junior programmer. Junior programmer malang. Sebab saat itu aku sudah iseng submit lowongan ke beberapa company lewat jobsdb. Malang karena dalam sofrware company si programmer junior itu ibarat masuk lubang buaya. Adalah hal yang berbahaya bagi seseorang kurang pengalaman masuk ke project yang gagal. Untuk memahami mendalam project software itu butuh waktu. Sementara project yang sudah telat biasany tidak mentoleransi waktu lebih untuk semakin telat. Programmer ada di dasar rantai makanan yang paling enak digencet.

Kita tinggalkan kisah si programmer junior dan kita dengar kisah programmer junior yang sudah naik kelas dengan menyandang title programmer senior. Pada saat keluar kantor lama aku dapat 2 offer. Satu di PT Sigma Cipta Caraka yang kantornya di German Center dan yang kedua di NFS. Aku akhirnya mengambil posisi di NFS. Sebab mereka tidak menego gaji lagi dan kantornya sangat enak. Ada di pusat di Sudirman dan di gedung yang sangat bagus Sampoerna Strategic Square.

Sekitar beberapa hari setelah posting lamaran aku langsung ditelpon untuk wawancara. Interview pertama aku di wawancara oleh Mas Tedy Kiswanto dan Mas Rudi Adianto. Dua orang itu ga bersaudara kok meski namanya sama-sama berujung To. Mas Tedy itu chinese dan Mas Rudi itu orang Suroboyo. Oh ya lucunya dua orang yang mewawancarai aku itu dua-duanya lulus (baca: resign) dari NFS. Bahkan kelak mas Tedy sampai maaf maaf ke aku karena merasa sudah menjebak aku masuk NFS. Kelak kemudian aku baru tahu di NFS turnover ratenya sangat tinggi. Dalam satu tahun bisa 12 hingga 20 orang yang keluar masuk. Padahal secara umum bosnya nice meski terkadang ada yang nyentrik. Coleaguenya juga semua sangat menyenangkan.

Berlanjut ke wawancara kedua aku diwawancarai oleh dua big bos NFS. Frank van Gelder dan Peter Serhalawan. Dua-duanya orang Belande. Aku ingat betapa deg-degannya waktu itu pertama kali diwawancari oleh bule. Jika tak salah ingat wawancara lebih dari 30 menit nampak betapa seriusnya mereka mencari orang. Bahkan salah satu filter CV di NFS adakah IPK harus lebih besar dari 3.5.

Akhirnya awal Februari aku masuk NFS setelah sedikit ditahan di kantor lama karena tidak ada orang.

Oke itu sedikit share di pagi ini. Hubby sudah sampai kantor.

PS: I love you

Monday, June 25, 2012

Dear wifey - The Power of Positive Thinking

Dear Bunda,

Berhubung hubby hari ini tak punya topik yang spesifik, hubby ingin mengulang topik yang sebenarnya sudah cukup sering kita diskusikan. Topiknya mengenai berpikir positif. Salah satu buku yang paling terkenal yang membahas ini adalah bukunya Norman Vincent Peale yang berjudul The Power of Positive Thinking. Si om Peale ini adalah memang salah satu pioner dan ahli dalam hal psikologi berpikir positif. Aku sudah baca bukunya lama sekali. Sudah lupa detailnya. Tapi intinya tidam sulit untuk diingat.

Manusia itu terdiri dari fisik dan psikis. Meski dua hal ini terlihat terpisah sebenarnya manusia adalah satu bagian terintegritas. Apa yang ia pikirkan akan terefliksi pada diri eksternalnya dan tubuhnya. Oleh karena itu sebaik mungkin kita harus selalu berusaha berpikir positif untuk menekan aura negatif dari diri kita. Oleh karena itu juga barangkali kita pernah baca jika saat bicara kesehatan kebanyakan sakit itu datang dari faktor pikiran.

Secara logika itu semua mudah dipahami. Saat kuliah aku pernah belajar psikologi. Haha semoga aku lempar teori asal-asalan ya. Dari yang aku ingat, salah satu emosi dasar yang menggerkan manusia adalah motif. Motif itu sifatnya adalah psikis tapi punya efek yang signifikan sekali. Saat motif kita positif maka kita akan melihat semua hal secara positif juga. Kita akan melihat hambatan sebagai tantangan dan kesulitan sebagai ujian yang berharga. Pada akhirnya sesulit apa pun kita akan jauh berkembang menjadi lebih baik. Ingat deh salah satu quote yang cukup bagus. "whatever things doesn't kill you will make you stronger" yang kemudian diplesetkan dalam salah satu meme pada konteks Mario Bros "whatever doesn't kill you will make you smaller" :p. Bunda akan ngerti jika pernah main Mario Bros. Segala tantangan itu akan membuat kita belajar.

Saat jaman xxx Quotient sedang booming orang ramai-ramai membuat buku tentang ini. Kita tahu intellegent quotient, kemudian Daniel Golaman menulis Emotional Quotient (ini bagus aku sudah pernah baca sampai selesai), ada spiritual quotient dan yang terkenal di kita ada ESQnya Ari Ginanjar. Nah ada satu lagi yang meski tak terlalu terkenal tapi menarik untuk diingat. Judulnya Adversity Quotient. Ketahanmalangan. Sudah cukup banyak bukti manusia yang dibesarkan dengan beberapa ujian akan lebih tahan banting dibanding dengan manusia yang tumbuh tanpa pernah gagal dan serba enak terus. Jadi jangan pernah menyerah dalam hal apa pun (sambil ngomong ke kaca). Dengan kombinasi berpikir positif dan belajar dari kegagalan tak akan ada batasan bagi kita untuk mencapai apa pun.

Wow emailnya sudah terlalu panjang. Hubby sudah sampai Haw Par Villa. Kita sambung lagi nanti ya.

PS: I love you

Sunday, June 24, 2012

Dear wifey - Two Ways to Happiness

Dear Bunda,

Hidup adalah belajar. Success is a journey not a destination.

Masih dari buku Robin Sharma The Monk Who Sold His Ferrari ada dua hal yang akan memberikan manusia kebahagiaan. Pertama adalah menjadi orang yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Kedua adalah kesinambungan diri untuk terus mendorong diri keluar limit.

Mari kita bahas yang pertama. Secara kasat mata orang awam akan melihat sumber kebahagiaan dari hal yang bersifat materialistik. Misalnya uang. Bahkan untuk pria sering menyebut kebahagiaan itu ada di 3 "ta". Harta Tahta dan Wanita. Secara dangkal mungkin iya. Tapi tidak hakiki. Contohnya liat saja orang-orang kaya seperti artis dan pejabat yang terlihat jelas hidupnya carut marut padahal mereka punya semua hal. Tentu saja kita tidak naif. Manusia butuh uang. Namun ia sebagai fasilitas bukan ambisi. Fasilitas untuk bisa lebih membantu orang, fasilitas untuk bisa mengunjungi tempat-tempat indah, fasilitas untuk bisa memberikan pendidikan yang berkualitas, etc.

Oleh karena itu, sejak dulu aku selalu ingin menjadi pengajar dan penulis. Sebab kedua sosok ini punya kesempatan lebih untuk bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Ilmu itu amal jariah. Selama pengetahuan yang kita bagi bisa bermanfaat maka sekalipun kita sudah mati nilai amalnya akan terus mengalir. Hingga detik ini aku masih terus berharap dan belajar untuk bisa mencapai cita menjadi dua sosok tersebut.

Sumber kebahagiaan kedua adalah kesinambungan untuk mendorong diii keluar dari limit. Jika pernah baca buku 7 habit of highly effective people pasti familiar dengan konsep daerah nyaman. Poin kedua kebahagiaan adalah mau terus mendorong diri keluar daru daerah nyaman. Daerah nyaman itu sesuatu yang kita sudah betah di dalamnya. Semuanya serba mudah semuanya serba rutin. Tapi di balik keenakan-keenakan tersebut kita stuck, tak berkembang, tak belajar, jenuh, monoton dan seringnya tak bahagia.

Mendorong diri keluar batas itu adalah hal yang terlihat mudah namun tentunya penuh tantangan sebab kita harus memaksa diri keluar dari daerah nyaman. Misalnya belajar bahasa asing, kursus pilot, menghadiri perkumpulan-perkumpulan tertentu untuk menambah teman, menjadi MC di suatu acara, memberikan pidato sukarela di suatu acara, tak malu untuk bernyangi di depan umum, menulis buku, berbincang dengan orang di jalan, etc. Tentunya masih banyak lagi contohnya namun semuanya sama mendorong kita untuk belajar.

Dua hal tersebut dapat memberikan sense of fulfilment yang pada akhirnya ultimately seharusnya.membuat kita bisa menjadi insan yang terus bahagia. Namun tentu saja mempraktikan tak semudah ngemengnya. Tak ada yang tak mungkin di bumi ini. Mari terus berusaha untuk menjadi insan yang lebih baik dan lebih bahagia. Semoga bermanfaat.

PS: I love you

Saturday, June 23, 2012

Dear wifey - 3rd Month

Dear Bunda,

Hari tepat 3 bulan sejak bunda berangkat ke Jerman. Why time move so slow honey ;(. Artinya masih 15 bulan to go untuk kita saling berjauhan. Maaf sayang, tak bermaksud untuk menularkan rasa khawatir dan sedih. Meski masih lama, Insya Allah sama-sama kita akan belajar saling sabar dan yang terpenting saling mengerti. Sebab saat tak saling berdekatan terkadang saling mengerti itu agak sedikit sulit. Memang ada skype. Namun hubungan itu bukan sekedar visual dan auditori. Dalam kebanyakan waktu kita membutuhkan sentuhan, aroma dan rasa. Setidaknya setelah menikah rasa galau seorang jomblo tidak lagi kita rasakan. Setidaknya aku punya seserorang yang bisa aku tunggu. I will always wait you in day and night.

Semalam aku ingin ngobrol masalah doa ekstrim vs tak berdoa jika kita menginginkan sesuatu. Namun berhubung terinturupt dan tak diresume lagi aku biasa suka hilang mood untuk ngobrol lebih lanjut. Hingga hari ini sebenarnya rasa resah mengenai beasiswa itu masih ada, meski skala resah dan kecewanya tak sebesar awal-awal beberapa minggu lalu. Rasa resah dan takutnya terasa saat kemarin mulai mau membangun aplikasi lagi untuk DAAD. Aku takut gagal lagi dan rasanya kok capek banget ya. Aku juga takut berdoa lagi, sebab tiba-tiba aku takut apakah barangkali aku salah berdoa kemarin-kemarin itu? Untuk kesekian kali aku terkadang bertanya am I so that not smart? Do I not deserve to achieve that? Di saat yang sama lagi, aku jadi tak konsisten dengan salah satu statement "sok" positive yang pernah aku lempar dulu, kurang lebih, "Jika doa kita masih belum dikabulkan, barangkali Allah masih terus ingin kita berdoa dan berharap dalam malam-malamNya. Namun ada kalanya saat doa seorang manusia langsung dikabulkan begitu saja, barangkali Allah tak mau berlama-lama dengan hamba itu". Wallahualam.

Bunda aku ingin bisa ekstra positif lagi. Aku juga sering malu pada bunda, ketika setelah menikah akhirnya terkuak aku orang yang tak sedemikian optimisnya. Mudah mengeluh dan terkadang agak gampang untuk menyerah. Dalam hati kecil aku suka takut bunda ada rasa menyesal menikah dengan aku. Aku takut bunda kecewa pada aku. Aku ingin selalu bisa bangkit lagi dan menjadi pria optimis seperti gambaran idealnya aku.

Bunda, pagi ini maafkan hubby yang tertidur pulas lagi dan tak menemani bunda yang masih terbangun. Hubby ingin menjadi penyemangat bunda. Hubby ingin menjadi sahabat bunda, suami dan sosok kebanggaan bunda. Maafkan hubby jika email hari ini agak ngalor ngidul.

PS: I love you